Parameter – parameter yang digunakan dalam perhitungan IKA

  1. Derajat Keasaman (pH)

pH adalah derajat keasaman atau kebasaan suatu larutan. Larutan netral mempunyai pH 7, asam lebih kecil dari 7 dan basa lebih besar dari 7. Nilai pH di luar range 6-9 dapat disebabkan oleh oleh hujan asam, buangan industri, drainase pertambangan dan pelapukan mineral. Pengukuran pH ideal adalah langsung dilakukan di lapangan / saat pengambilan sampel.

  1. Konsentrasi TSS (Total Suspended Solid)

Total Suspended Solid merupakan padatan yang tersuspensi di dalam perairan. TSS adalah residu dari padatan total yang tertahan oleh saringan dengan ukuran partikel maksimal 2 µm atau lebih besar dari ukuran partikel koloid. Yang termasuk adalah lumpur, tanah liat, logam oksida, sulfida, ganggang, bakteri dan jamur maupun bahan organik. TSS umumnya dihilangkan dengan flokulasi dan penyaringan. TSS memberikan kontribusi untuk kekeruhan (turbidity) dengan membatasi penetrasi cahaya untuk fotosintesis dan visibilitas di perairan. Baku mutu TSS untuk air kelas 2 adalah sebesar 50 mg/L.

  1. Konsentrasi DO

Dissolved Oxygen atau oksigen terlarut merupakan kandungan oksigen yang terkandung dalam suatu perairan. Konsentrasi oksigen terlarut ini sangat penting terhadap kelangsungan hidup biota air seperti tumbuhan dan hewan air. Semakin besar nilai parameter DO, maka kualitas air tersebut semakin baik. Dan sebaliknya jika nilai parameter DO rendah, maka kualitas air menunjukkan tingkat pencemaran yang tinggi. Kadar oksigen terlarut yang tinggi  berdampak pada kelangsungan hidup biota perairan semakin baik. Selain itu, semakin besar DO, maka kemampuan perairan untuk mengoksidasi dan mendegredasi polutan organik semakin baik. Nilai standar baku mutu DO bersarkan baku mutu air kelas 2 adalah 4 mg/L.

  1. Konsentrasi BOD

Biologycal Oxygen Demand atau kebutuhan oksigen biokimiawi adaah suatu karakteristik yang menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme (biasanya bakteri) untuk mengurai atau mendekomposisi bahan organik dalam kondisi aerob. Bahwa bahan organik yang terdekomposisi dalam BOD adalah bahan organik yang siap terdekomposisi (readily decomposible organic matter). Pemeriksaan BOD diperlukan untuk menentukan beban pencemaran akibat air limbah rumah tangga atau industri. Penguraian zat organik adalah peristiwa alamiah. Apabila sesuatu badan air dicemari oleh zat organik,bakteri dapat menghabiskan oksigen terlarut dalam air selama proses oksidasi sehingga mengakibatkan kematian ikan. Baku mutu BOD untuk air kelas II sebesar 3 mg/L

  1. Konsentrasi COD

Chemical Oxygen Demand atau kebutuhan oksigen kimia adalah jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengurai seluruh bahan organik yang terkandung dalam air. Hal ini karena bahan organik yang ada sengaja diurai secara kimia menggunakan oksidator kuat kalium bikromat pada kondisi asam dan panas dengan katalisator perak, sehingga segala macam bahan organik baik yang mudah terurai ataupun sulit urai akan teroksidasi. Dengan demikian selisih nilai antara COD dan BOD memberikan gambaran besarnya bahan organik yang sulit diurai yang ada di perairan. Bisa saja nilai BOD sama dengan COD, tetapi BOD tidak akan lebih besar dari COD. Jadi COD menggambarkan jumlah total bahan organik yang ada. Baku mutu COD untuk air kelas II adalah 25 mg/L.

  1. Konsentrasi Total Phospat

Fosfat hadir dalam senyawa asam fosfat, garam, maupun senyawa organofosfat. Limbah fosfat dapat berasal dari limbah domestik dan pertanian. Detergen yang mengandung fosfat dapat bereaksi dengan lapisan minyak dan lemak dari noda makanan sehingga noda tersebut menjadi mudah dihilangkan. Fosfat diangggap mencemari badan air dan waduk.

Fosfat diketahui sebagai bahan kimia yang memicu pertumbuhan tak terkendali alga (algae blooming atau eutrofikasi) yang dapat menutup permukaan air. Alga yang tumbuh tak terkendali akan mengganggu pertumbuhan ikan dan tanaman yang ada di dalam air. Antara lain karena sinar matahari terhambat masuk. Sinar matahari penting bagi banyak organisme air untuk melakukan fotosintesis. Selain itu, oksigen terlarut di dalam air yang digunakan oleh ikan dan spesies lain akan direbut oleh alga untuk kepentingannya sendiri. Baku mutu Total Phospate menurut PP Nomor 22 Tahun 2021 untuk air kelas 2 adalah 0,2 mg/L

  1. Konsentrasi Fecal Coliform

Bakteri yang umum digunakan sebagai indikator tercemarnya suatu badan air adalah bakteri Escherichia coli, yang merupakan salah satu bakteri yang tergolong koliform dan hidup normal di dalam kotoran manusia dan hewan sehingga disebut Fecal Coliform. Baku mutu Fecal Coliform untuk air kelas II adalah 1000 MPN/100 mL

  1. Konsentrasi Nitrat (NO3-N)

Nitrat adalah aktifitas mikroba di dalam tanah atau air menguraikan sampah yang mengandung nitrogen organik. Maka nitrat merupakan senyawa yang paling sering ditemukan di sungai atau air permukaan. Tingginya kadar nitrat dalam air membahayakan kehidupan manusia dan hewan. Kadar nitrat yang diperbolehkan dalam air kelas II adalah 10 mg/L.

 

BAKU MUTU AIR SUNGAI DAN SEJENISNYA

No

Parameter

Unit

Kelas 1

Kelas 2

Kelas 3

Kelas 4

Keterangan

1.

Derajat Keasaman (pH)

◦C

6-9

6-9

6-9

6-9

Tidak berlaku untuk air gambut

2.

Oksigen Terlarut (DO)

mg/L

6

4

3

1

Batas minimal

3.

Padatan Tersuspensi Total (TSS)

mg/L

40

50

100

400

 

4.

NO3-N (Nitrat)

mg/L

10

10

20

20

 

5.

Total Phospat

mg/L

0,2

0,2

1,0

 

6.

Kebutuhan Oksigen Kimiawi (BOD)

mg/L

2

3

6

12

 

7.

Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD)

mg/L

10

25

40

80

 

8.

Fecal Coliform

MPN/100 mL

100

1000

2000

2000

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *